DIBALIK WABAH TERSELIP HIKMAH
Pandemi covid-19 telah membawa perubahan yang begitu besar. Seluruh sendi kehidupan merasakan dampak akibat wabah ini. Mulai dari bidang kesehatan, perekonomian, keagamaan, hingga pendidikan juga termasuk bidang yang terkena imbasnya. Tentunya tak pernah terfikirkan oleh kita akan menghadapi situasi seperti ini. Keadaan yang mulanya baik baik saja, kini berubah drastis. Lebih kurang lima bulan sudah kita hidup diselimuti dengan rasa khawatir dan penuh ketakutan. Kehidupan menjadi tak menentu,orang-orang tidak bisa beraktivitas normal seperti sedia kala. Jika biasanya setiap pagi para orang tua sibuk dengan rutinitasnya dalam mencari nafkah bagi keluarga, dan para siswa juga disibukkan dengan rutinitas belajar di sekolah, maka kini hal tersebut tidaklah berjalan seperti biasa.
Keputusan pemerintah untuk menghentikan kegiatan belajar tatap muka disekolah dan menggantinya dengan kegiatan belajar jarak jauh ternyata membawa perubahan dalam proses pendidikan. Peran mendidik anak yang selama ini diserahkan sepenuhnya kepada guru dan pihak sekolah kini harus digantikan oleh orang tua di rumah. Bagi kebanyakan orang tua, menggantikan peran guru dalam mendidik anak tentu menjadi beban yang berat. Situasi seperti ini membuat orang tua menjadi panik, repot dan pusing dalam menjalankan tugas tersebut. Mereka beralasan bahwa kemampuan mereka dalam mengajar anaknya tidaklah sama dengan guru di sekolah. Banyak juga yang takut kalau kemampuan dan ilmu anaknya tidak akan berkembang jika belajar dengan orang tuanya saja.
Akan tetapi sebenarnya orang tua perlu memandang situasi ini dari sisi yang lain. Pendidikan sebenarnya tidaklah tentang materi pembelajaran saja, tapi lebih dari itu. Hakikat pendidikan adalah suatu cara dalam merubah perilaku sesorang dari yang tidak baik menjadi lebih baik. Hal yang perlu diingat oleh orang tua adalah pendidikan yang utama dan pertama diperoleh seorang anak adalah dari keluarganya. Seorang anak belajar pertama kali dari orang tua dan lingkungan keluarganya. Oleh karena itu, ada baiknya orang tua kembali mengambil alih tugas dan kewajibannya dalam memberikan pendidikan bagi anaknya terutama dalam pembentukan sikap dan karakternya.
Sebagai orang tua, kadang kita sudah mulai lupa dengan peranan kita dalam mendidik anak. Kesibukan orang tua seringkali membuat hubungan dan ikatan emosional anak dengan orang tua menjadi renggang. Suasana seperti ini kadangkala membuat anak merasa tidak betah berada di rumah. Oleh sebab itu, dalam situasi pandemi ini, orang tua hendaklah memanfaatkannya untuk memperbaiki kembali hubungan yang mulai renggang tersebut. Dengan banyaknya waktu bersama anak berada di rumah, maka orang tua tentunya bisa melakukan berbagai hal positif bersama-sama seperti :
1. Shalat berjamaah
Dengan melaksanakan shalat berjamaah, orang tua memberikan keteladanan sekaligus bisa menanamkan nilai agama pada anak
2. Bermain bersama
Kegiatan yang biasanya dilakukan bersama teman sebayanya kini bisa dilakukan dengan orang tua dan saudaranya dirumah
3. Mendampingi anak dalam belajar
Seorang anak yang belajar didamping oleh orang tuanya akan membuat anak lebih percaya diri
4. Melakukan pekerjaan rumah bersama
Anak akan lebih memahami tanggung jawabnya dirumah
5. Mendengarkan curahan hati anak
Seorang anak akan lebih tenang jika ada tempat mencurahkan isi hatinya
Dengan demikian orang tua hendaknya menyadari bahwa keadaan di masa pandemi ini bisa dimanfaatkan untuk menjalankan peran dan tanggung jawab dalam mendidik anak.






2 Komentar
Mantap
BalasHapusMantap un..
BalasHapus