Bung Hatta, sosok yang tidak asing kita dengar, Nama lengkap beliau Dr. Drs.H.Mohammad Hatta, beliau memiliki nama kecil Muhammad Attar, beliau lahir di sebuah kota kecil nan sejuk dan indah Bukittinggi, beliau lahir 12 agustus 1902 ( 7 Jumadil Awal 1330 H ). Bung Hatta dibesarkan dikelurga yang taat dengan agama,Ayah Bung Hatta bernama Muhammad Djamil, Ibunya bernama saleha.Bung Hatta di besarkan dikeluarga ibunya karena pada usia delapan bulan, ayah Bung Hatta, Muhammad Djamil meninggal dunia.Bung Hatta memiliki enam saudara perempuan dari Ibunya dan beliau adalah anak laki – laki satu – satunya. Ayah tirinya Haji Ning, sangat sayang sekali kepada beliau. Bung Hatta mengetahui bahwa Haji Ning adalah ayah tiri ketika beliau umur lima tahun.
Masa kecil Bung Hatta, Muhammad Athar ( nama kecil Hatta) ibunya saleha pernah berkata bahwa wajah Bung Hatta mirip dengan ayahnya. Hatta sewaktu masih kecil beliau di serahkan oleh orang tuanya untuk mengaji dan memperdalam ilmu agama di Surau Inyiak Syech Jamil Djambek di Kampung Tengah Sawah, Bukittinggi. Bung Hatta mewarisi sifat orang tuanya, beliau sangat taat beragama dan cinta akan kebenaran.
Syech Jamil Djambek adalah salah seorang ulama pembaharu di Minangkabau. Beliau tinggal di kampung Tengah Sawah di Bukittinggi. Salah seorang anaknya bernama kolonel Dahlan Djambek yang merupakan salah seorang pemimpin PRRI dalam masa 1958 – 1961. Kepada ulama inilah Bung Hatta berguru semasa kecil.
Beliau masuk sekolah dasar di Bukittinggi pada Europese Lagere School. Sekolah ini merupakan tempat pendidikan bagi anak- anak eropa da Indo elanda. Beliau diperbolehkan sekolah disana kerena kakeknya orang yang berpengaruh dan seorang hartawan yang di segani.
Bung Hatta mulai mengeyam pendidikan formal di sekolah rakyat. Namun ia berhenti si sekolah tersebutdan pindah ke ELS ( Europese Lagere School) yang merupakan Sekolah Dasar di masa kolonial Belanda di Indonesia. Beliau bersekolahdi ELS sampai tahun 1913. Setelah lulus dari ELS, Bung Hatta melanjutkan sekolahnya di MULO di Padang ( Meer Uitgebreid Lager Onderwijs ) adalah Sekolah Menengah Pertama pada zaman kolonial Belanda di Indonesia.
Sejak bersekolah di MULO, beliau telah tertarik pada pergerakkan. Pada tahun 1916, muncul perkumpulan- perkumpulan seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Minahasa dan Jong Ambon.Beliau masuk ke perkumpulan Jong Sumatranen Bond, dan menjadi bendahara. Beliau menyadari bahwa pentingnya bagi hidupnya suatu perkumpulan. Pada Tahun 1921 Bung Hatta tiba di Negeri Belanda untuk belajar pada Handels Hoge Scoholl di Rottederam.
Sejak kecil, menginjak usia dewasa, melalui pengasingan sampai melalui masa tua, tiada hari bagi Hatta tanpa membaca buku. Dalam sehari, Bung Hatta bisa menghabiskan 6-8 jam untuk membaca. Suatu ketika wakil presiden pertama Indonesia ini pulang dari Belanda, dengan membawa 16 peti buku.
Ia bahkan dijuluki seorang kutu buku. Sewaktu hidupnya, ia sudah membaca dan mengoleksi sekitar 80 ribu buku. Ke mana Hatta tinggal, di situ pula tumpukan bukunya berada.
Hatta bukanlah orang yang hobi mengumpulkan buku sebanyak mungkin, karena alasan sampul atau judulnya yang menarik, tapi karena isi bukunya.
Demikian sebagian kecil seorang tokoh proklamator Bung Hatta, smoga bermanfaat.




0 Komentar