Perkembangbiakan Vegetatif Tumbuhan Secara Alami dan Buatan
silahkan simak video di bawah ini!
Perkembangbiakan tumbuhan adalah cara
tumbuhan untuk melestarikan keturunannya. Salah satu cata tumbuhan dalam
berkembangbiak adalah melalui perkembangbiakan vegetatif. Perkembangbiakan
vegetatif pada tumbuhan adalah cara tumbuhan menghasilkan individu baru tanpa
melalui pertemuan sel jantan dan sel betina. Cara perkembangbiakan ini disebut
juga sebagai perkembangbiakan tak kawin.
Perkembangbiakan vegetatif alami ini hanya
melibatkan satu induk. Individu baru yang merupakan keturunan induknya berasal
dari bagian tubuh induknya. Sehingga individu baru yang dihasilkan akan
memiliki sifat biologis yang mirip dengan induknya. Perkembangbiakan vegetatif
dibedakan menjadi dua jenis yaitu vegetatif alami dan buatan. Apa saja
perbedaan dari kedua jenis cara perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif ini?
Simak ulasannya pada pembahasan di bawah.
Perkembangbiakan Vegetatif
Alami
Perkembangbiakan
vegetatif alami adalah perkembangbiaakan tumbuhan tanpa bantuan makhluk hidup
lain. Proses perkembangbiakan ini secara alami terjadi pada tumbuhan itu
sendiri. Cara tumbuhan dalam menghasilkan individu baru melalui
perkembangbiakan vegetatif alami terdiri dari tunas, membelah diri, spora,
rhizoma (akar tinggal), umbi lapis, umbi batang, umbi akar, dan geragih
(stolon).
Tunas
Tunas adalah perkembangbiakan individu baru yang tumbuh
dari tumbuhan induknya. Individu baru yang dihasilkan melalui tunas biasanya
tumbuh di samping induknya. Selanjutnya, individu – individu baru yang
berkembang biak melalui tunas akan membentuk rumpun. Munculnya tunas individu baru berasal dari
bagian tumbuhan di dalam tanah. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan
tunas adalah pisang, bambu, pinang, dan tebu.
Tunas Adventif
Cara berkembang biak melalui tunas adventif
adalah cara tumbuhan untuk menghasilkan individu baru melalui sela – sela
bagian tumbuhan. Pengertian dari tunas adventif sendiri adalah tunas yang
terbentuk tidak pada tempatnya. Jenis tumbuhan yang berkembangbiak dengan tunas
adventif akan tumbuh pada bagian tumbuhan yang biasanya tidak bertunas, seperti
daun dan akar.
§ Adventif
daun: cocor bebek, wijayakusuma
§ Adventif
akar: cemara, sukun, kersen, kesemek/talok
Membelah Diri
Tumbuhan yang menghasilkan individu melalui membelah diri akan membagi tubuhnya menjadi dua bagian yang sama secara langsung. Sel anaknya ada yang segera memisahkan diri dari induknya dan ada juga yang tetap menempel pada tubuh induknya hingga membentuk kelompok.
Spora
Cara perkembangbiakan tumbuhan berikutnya adalah melalui spora. Spora merupakan alat perkembangbiakan yang terletak pada sebuah kotak penampung spora yang disebut sporangium. Kumpulan kotak spora akan membentuk sorus yang biasanya terletak di bagian tepi bawah daun. Bentuk sorus berupa bintik – bintik kecoklatan. Individu baru dengan perkembangbiakan menggunakan spora dapat terbentuk saat spora pecah dan jatuh di tempat yang cocok.
Contoh tumbuhan yang berkembangbiask dengan spora adalah
tumbuhan paku, jamur.
Umbi Lapis
Umbi lapis atau
bulbus merupakan bagian tumbuhan berupa batang yang berada di dalam tanah.
Bentuk umbi lapis merupakan modifikasi daun, yaitu lapisan daun berdaging
sebagai tempat menyimpan cadangan makanan. Bagian daun terluar mengering dan
membentuk sisik yang melindungi daun tebal dan berdaging di sebelah dalam umbi.
Dari sela – sela daun tersebut akan tumbuh mata tunas yang biasa disebut siung.
Bila tunas tumbuh akan terbentuk individu baru.
Umbi Batang
Umbi batang
(tuber) adalah batang yang tumbuh di dalam tanah. Batang tersebut berfungsi
sebagai penyimpan cadangan makanan. Umbi batang mempunyai mata tunas yang akan
tumbuh membentuk individu baru. Cara menghasilkan individu baru dari tumbuhan
yang berkembangbiak dengan umbi batang hanya cukup mengubur/menanam jenis
tanaman tersebut pada tanah.
Contoh tumbuhan yang berkembangbiak dengan umbi batang
adalah ubi jalar dan kentang.
Umbi Akar
Akar pada tanaman
yang berkembangbiak dengan umbi akar beralih fungsi menyimpan cadangan makanan.
Perkembangbiakan jenis tanaman ini melalui tunas yang tumbuh dari bekas
batangnya. Sehingga, untuk mendapatkan individu baru dari tanaman ini hanya
perlu menanam bagian tubuh tumbuhan berupa batang.
Geragih/Stolon
Geragih atau yang
biasa juga disebut sebagai stolon merupakan batang yang tumbuh merambat di atas
tanah. Bagian inilah yang berperan dalam membentuk individu baru pada beberapa
jenis tanaman. Bagian geragih yang menyentuh tanah akan membentuk tunas dan
akar pada setiap ruas yang dimilikinya. Tumbuhan baru tersebut tetap
berhubungan dengan induknya, tetapi tidak tergantung tumbuhan induknya.
Selanjutnya, tumbuhan baru yang terbentuk dapat menyerap zat hara dan
melakukan fotosintesis sendiri, tanpa tergantung dengan induknya. Sehingga,
jika individu baru tersebut dipisahkan dari induknya dapat tumbuh menjadi
individu baru sendiri.
Contoh tumbuhan yang berkembangbiak dengan geragih/stolon
adalah strawberry, rumput teki, arbei, dan pegagan.
Rhizoma/Akar
Tinggal
Rhizoma lebih dikenal
masyarakat sebagai rimpang atau akar tinggal. Bagian tumbuhan rhizoma merupakan
modifikasi batang tumbuhan yang tumbuhnya menjalar di bawah permukaan tanah dan
dapat menghasilkan tunas. Dari sinilah akan terbentuk akar baru dari ruas –
ruasnya.
Contoh tumbuhan yang berkembangbiak dengan rhyzoma/akar
tinggal adalah jahe, lengkuas, temulawak, kunyit.
Cara tumbuh tumbuhan melalui rhizoma hampir sama dengan
geragih/stolon. Dari keduanya hanya terdapat sedikit perbedaan cara tumbuh.
Perbedaan dari rhizoma dan geragih/stolon terletak pada tempat menjalarnya.
Pada rhizoma, tempat menjalar berada di dalam tanah. Sedangkan tempat menjalar
geragih/stolon berada pada permukaan tanah.
Perkembangbiakan Vegetatif
Buatan
Jenis
perkembangbiakan vegetatif yang kedua adalah perkembangbiakan vegetatif buatan.
Proses yang terjadi dalam menghasilkan individu baru pada perkembangbiakan
vegetatif buatan terjadi dengan bantuan makhluk hidup lain. Kebanyakan proses
yang terjadi, bantuan dilakukan oleh manusia. Cara perkembangbiakan tumbuhan
melalui vegetatif buatan terdiri dari cangkok, setek, okulasi,
mengenten/sambung pucuk, dan merunduk.
Cangkok
Konsep dari
perkembangbiakan vegetatif buatan dengan cangkok adalah menumbuhkan akar tumbuh
dari batang tanaman yang dicangkok. Melalui akar tumbuh dari batang tanaman
tersebut kemudian dapat diperoleh tanaman baru. Sifat dari keturunan yang
dihasilkan adalah sama dengan induk. Kelebihan dari metode perkembangbiakan ini
adalah membutuhkan waktu yang tidak lama. Namun, kelemahan dari
perkembangbiakan ini akan menghasilkan tumbuhan dengan akar kurang kuat.Contoh
tumbuhan yang dapat berkembangbiak dengan cangkok adalah tumbuhan berbuah yang
memiliki kambium seperti mangga, jambu air, dan rambutan.
Contoh tumbuhan yang dapat berkembangbiak dengan cangkok
adalah tumbuhan berbuah yang memiliki kambium seperti mangga, jambu air, dan
rambutan.
Setek
Cara menghasilkan
individu baru melalui setek berasal dari akar tumbuh dari batang yang ditanam.
Kelebihan dari cara ini adalah pertumbuhan dan pembungaan lebih cepat.
Sedangkan kelemahan adalah tidak dapat dilakukan pada tanaman besar. Biasanya,
cara perkembangbiakan ini digunakan untuk tanaman bunga dan singkong.
Contoh tumbuhan yang dapat berkembangbiak dengan setek
batang adalah singkong, mawar, melati, dan bugenvil.
Mengenten (Sambung Pucuk)
Mengenten/sambung
pucuk sering disebut juga sebagai kopulasi. Konsep dari mengenten adalah
menyambung batang dengan varietas yang sama. Proses yang dilakukan adalah
menghasilkan tanaman baru melalui cara penggabungan batang bawah dan
batang atas. Jenis tanaman yang dikembangkan melalui mengenten berasal dari dua
jenis tanaman berbeda namun masih dalam satu keluarga.Tujuan dari mengenten
adalah menggabungkan dua sifat tanaman yang berbeda dari induknya.
Contoh tumbuhan yang dapat berkembangbiak dengan mengenten atau sambung
pucuk adalah terung dengan tomat dan mangga dengan durian.
Merunduk
Perkembangbiakan
vegetatif buatan dengan merunduk dilakukan dengan menumbuhkan akar dari batang
yang ditanam (dirundukan) ke dalam tanah. Tumbuhan yang dikembangbiakan dengan
cara merunduk harus memiliki cabang atau ranting yang panjang. Cara merunduk
dilakukan dengan membengkokkan cabang atau ranting ke dalam tanah dan ditimbun
dengan tanah.
Bagian cabang atau ranting yang tertimbun tanah tersebut
akan tumbuh akar. Setelah akar cukup kuat maka batang yang menghubungkan dengan
tanaman induk dapat dipotong.
Sifat anakan yang terbentuk dari cara ini adalah sama dengan induknya,
namun membutuhkan waktu yang lebih cepat. Kelemahan dari cara ini adalah tidak
bisa dilakukan untuk tanaman besar.
Contoh tumbuhan yang dapat berkembangbiak dengan merunduk adalah melati,
kangkung, apel, dan alamanda.
Demikianlah cara
perkembangbiakan vegetatif tumbuhan secara alami dan buatan. Perkembangbiakan
vegetatif alami terdiri dari tunas, tunas adventif, membelah diri, spora,
rhizoma/akar tinggal, umbi lapis, umbi batang, umbi akar, dan geragih/stolon.
Sedangkan perkembangbiakan tumbuhan vegetatif buatan meliputi mencangkok,
setek, okulasi, mengenten, dan merunduk. Semoga bermanfaat
0 Komentar